Saturday, January 7, 2017

Asal Usul Perayaan Tahun Baru Masehi

Tiap kali menjelang malam pergantian tahun (Kalender Masehi), milyaran orang di penjuru dunia merayakannya. Tiupan terompet, pesta kembang api, hingar bingar pertunjukkan musik, pesta pora di hotel-hotel berbintang atau tempat wisata, hingga ucapan "Selamat Tahun Baru" atau "Happy New Year" berkumandang di mana-mana.
Tapi, tak banyak yang mengetahui sejarah di balik perayaan tahun baru masehi ini. Apa sebenarnya dasar penentuan perayaan tahun baru?

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.

Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli.

Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September.

Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Tahun Masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Kristen. Masehi adalah nama lain dari Isa Al Masih.

Menurut catatan Encarta Reference Library Premium 2005, orang yang pertama membuat penanggalan kalender Masehi adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada 45 SM, jika menggunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus. Namun dalam perkembangannya, ada seorang pendeta Kristen bernama Dionisius yang kemudian memanfaatkan penemuan kalender Julius Caesar untuk diadobsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus.

Itulah sebabnya penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti in the year of our lord) alias Masehi.

Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi). Kemudian Pope (Paus) Gregory III memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh Eropa, bahkan kini seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakina Kristen:”The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date”.

Demikian keterangan dalam Encarta Reference Library Premiun 2005. Di jaman Romawi, pesta ulang tahun baru adalah untuk menghormati Dewa janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa pada abad permulaan Masehi.

Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal.

Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).
Soal Janus Dewa-Dewa pagan Tersebut bisa dibaca di sini untuk lebih lengkapnya Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu
Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam.

Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.

Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Yunani, buah delima yang menurut orang yunani melambangkan kesuburan dan kesuksesan ditebarkan di pintu rumah, kantor dan took took sebagai simbol doa untuk mendapatkan kemakmuran sepanjang tahun.

Italia, disalah satu kotanya, tepatnya Naples, pada pukul 00 tepat pada malam pergantian tahun, masyarakat disana akan membuang barang barang yang sudah usang dan tidak terpakai di jalanan. Spanyol, masyarakat spanyol tepat pada malam pergantian tahun akan memakan anggur sebanyak 12 biji, jumlah yang hanya 12 melambangkan harapan selama 12 bulan kedepan.

Jepang, di jepang, masyarakat disana merayakan tahun barunya dengan memakan 3 jenis makanan sebagai simbol yaitu telur ikan melambangkan kemakmuran, ikan sarden asap melambangkan kesuburan tanah dan manisan dari tumbuhan laut yang melambangkan perayaan. Korea, pada malam pergantian tahun masyarakat disana menikmati kaldu daging sapi yang dicampur dengan potongan telur dadar dan kerupuk nasi atau yang biasa disebut thuck gook.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba football Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.

Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang meneriakkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!
Perayaan tahun baru Masehi biasanya dirayakan sangat meriah bahkan ada yang sengaja melupakan sejenak persoalan hidup yang berat untuk sekedar merayakan pergantian tahun: old and new.

Tempe dan Telur Gosong

Malam yang dingin disapu gerimis dan kabut tipis, membuat saya mengigil kedinginan. Saya teringat dengan masakan ibu di malam itu dengan kondisi yang serupa.

Ibu yang bangun sejak pagi, tak kenal lelah bekerja keras sepanjang hari. Ia membereskan rumah tanpa pembantu, hingga tiba jam makan malam pun ibu masih saja sibuk sendiri di dapur kecil kami.

Tepat jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya, karena sibuk mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong.

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak. Minyak goreng pun sudah habis.

Kami menunggu dengan tegang, apa reaksi ayah yang pulang kerja? Sudah capek, kemudian melihat makan malamnya hanya dengan tempe dan telur gosong.

Namun sungguh luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan senyuman yang tak hilang dari pandangan.

Ayah bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah juga menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:

“Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”

Sebelum tidur, saya pergi ke kamar ayah dan bertanya, “Apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?”

Ayah memeluk saya dengan kedua lengannya erat sekali sambil berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek. Jadi, sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun anakku.”

Ini pelajaran yang saya praktikkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain adalah kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi.”

Ingatlah! Bahwa emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi? Pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya ingin dimengerti, tapi tidak ingin mengertikan orang lain.

Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan.

Mencari Yang Sempurna

Ada seorang pemuda yang telah sampai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi ia mencari-cari gadis sempurna di seluruh negeri untuk dinikahi. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu mencari, ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik-jenis gadis yang bisa menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa make-up atau kosmetik!

Namun, meski dia kelihatan sempurna, pemuda itu tak bisa menikahinya. Sebab gadis itu tidak bisa masak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Lalu ia mencari lagi, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu luar biasa lezat-lebih baik dari yang bisa Anda dapatkah di restoran terbaik di negeri ini, bahkan lebih baik dari yang bisa Anda dapatkan dari restoran keluarga. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri! Wow hebat sekali bukan.

Namun pemuda ini tak bisa menikahinya pula. Sebab kekurangan gadis itu adalah dia bodoh. Dia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tidak cerdas. Dia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Maka ia mencari selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga ia akhirnya menemukan gadis yang satu ini! Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia punya tiga restoran sendiri: ala Korea, ala Jepang dan ala Italia. Dan ia begitu cerdas, ia punya dua gelar doktor, pengetahuannya begitu luas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu perhatian. Ia sempurna!

Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Sebab gadis ini mencari pria yang sempurna!

Berhentilah mencari dia yang sempurna, tapi terimalah dia yang menerima ketidak-sempurnaanmu.

Kisah Seorang Anak Yang Ingin Bersekolah

Seorang anak, menelepon ayahnya yang sudah bercerai dengan ibunya dan tinggal terpisah rumah dengan dirinya, adiknya serta ibunya.

Pagi itu, ibunya sakit dan tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah seperti biasanya. Jarak sekolahnya 1 km dari rumahnya, dan si anak ini bertubuh lemah.Pagi itu jam 6:00 si anak menelepon ayahnya:

Anak: “Ayah, antarkan aku sekolah..”

Ayah: “Ibumu kemana?”

Anak: “Ibu sakit ayah, tidak bisa mengantarkan aku ke sekolah, Kali ini ayah ya, yang antarkan aku ke sekolah.”

Ayah: “Ayah tidak bisa, ayah nanti terlambat ke kantor. Kamu naik angkot saja atau ojek!”

Anak: “Ayah, uang ibu hanya tingal Rp. 10rb. Ibu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa-apa di rumah.
Kalau aku pakai untuk ongkos, kasian ibu sakit belum makan, juga adik-adik nanti makan apa ayah?

Ayah: “Ya sudah, kamu jalan kaki saja ke sekolah, ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki.
Kamu anak laki-laki harus kuat.”

Anak: “Ya sudah, terimakasih ayah.”Si anak mengakhiri teleponnya dengan ayahnya.
Dihapusnya air mata di sudut matanya.
Lalu ia berbalik masuk kamar, ketika ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum.

Ibu: “Apa kata ayahmu nak?”

Anak: “Kata ayah iya ibu.
Ayah kali ini yang akan antar aku ke sekolah.”

Ibu: “Baguslah Nak, sekolahmu jauh. Kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki.
Doakan ibu lekas sembuh ya, biar besok ibu bisa antar kau ke sekolah.

Anak: “Iya ibu, ibu tenang saja, ada ayah yang antar.
Ayah bilang aku tunggu di depan gang supaya cepat,Bu.

Ibu: “Berangkatlah nak, belajar yang rajin dan semangat.”

Anak: “Iya ibu…”
Tahun berganti tahun, kenangan itu tertanam kuat dalam ingatan si anak.
Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan beasiswa.

Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar.
Dengan penghasilannya,dia membiayai hidup ibunya, membantu menyekolahkan adik-adiknya sampai sarjana.

Satu hari, saat di kantor… ayahnya menelepon dirinya.

Anak: “Ada apa ayah?”

Ayah: “Nak, ayah sakit, tidak ada yang membantu mengantarkan ayah ke rumah sakit.”

Anak: “Memang istri ayah ke mana?”

Ayah: “Sudah pergi nak sejak ayah sakit sakitan.”

Anak: “Ayah, aku sedang kerja.
Ayah ke rumah sakit naik taxi saja.”

Ayah: “Kenapa kamu begitu?
Siapa yang akan urus pendaftran di RS dan lain-lain?
Apakah supir taxi?
Kamu anak ayah, masakan orangtua sakit, kamu tidak mau bantu mengurus?”

Anak: “Ayah, bukankah ayah yang mengajarkan aku mengurus diri sendiri?

Bukankah ayah yang mengajarkan aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada istri sakit dan anak?”

“Ayah, aku masih ingat, satu pagi aku menelpon ayah minta antarkan ke sekolahku. Waktu itu ibu sakit, ibu yang selalu antarkan kami anak-anaknya, yang mengurus kami seorang diri.

Namun ayah katakan aku pergi jalan kaki, tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun ayah katakan anak laki laki harus kuat.
Dan ayah katakan ayah pun dulu berjalan kaki ke sekolah.
Maka aku belajar bhwa karena ayah lakukan demikian, maka aku pun harus lakukan hal yang sama.

Saat aku sakit pun hanya ibu yang ada mengurusku, saat aku membutuhkan ayah, aku ingat kata kata ayah, anak laki laki harus kuat.”

“Ayah tau? Hari itu pertama kali aku berbohong kepada ibu, aku katakan ayah yang akan antarkan aku ke sekolah, dan meminta aku menunggu di depan gang.

Tapi ayah tau? Aku jalan kaki seperti yang ayah suruh.
Di tengah jalan, ibu menyusul dengan sepeda. Ibu bisa tau aku berbohong, dengan tubuh sakitnya ibu mengayuh sepeda mengantarkan aku ke sekolah.
Ayah mengajarkan aku pekerjaan adalah yang utama, ayah mengajarkan aku kalau ayah saja bisa, maka walau tubuhku lemah aku harus bisa.
Kalau ayah bisa ajarkan itu, maka ayah pun harus bisa.
Si ayah terdiam.
Sepi di seberang telepon.

Baru di sadarinya betapa dalam luka yang di torehkannya di hati anaknya.
Anak adalah didikan orangtua.

Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka, kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak, ketika kita tua dan renta.
Si anak dosa?
Mungkin....
Si anak durhaka?
Barangkali....
Yang jelas ayahnya yang membuat anaknya menjadi demikian.Dan kelak orangtua membuat pertangung jawabannya masing-masing kepada sang Khalik, Si Empunya Anugerah yang dititipkan.

Menjadi orangtua bukan karena menanamkan benih atau karena melahirkan.Menjadi orangtua berarti mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang.
Menjadi orangtua, tidak ada kata pensiun.
Finishnya hanya saat kematian tiba untuk memisahkan. Semoga bermanfaat.

Friday, January 6, 2017

Menebus Impian

Impian bukan sekedar harapan akan sesuatu yang indah, impian adalah pemicu semangat untuk terus maju. Yang membuat kita selalu siap menghadapi tantangan dan bangkit kembali saat cobaan menghadang. Semangat inilah yang ingin ditularkan Hanung Bramantyo lewat filmnya MENEBUS IMPIAN. Film yang sejak awal mendapat cibiran karena mengangkat kisah kesuksesan Multi Level Marketing ini, merupakan impian Hanung untuk menyebarkan energi positif dalam filmnya. Kisah film ini bertutur tentang Nur (Acha Septriasa), seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (Ayu Diah Pasha), yang hanya bekerja sebagai seorang buruh cuci. Meskipun hanya sebagai buruh cuci, Sekar ingin Nur menyelesaikan kuliahnya. Untuk biaya kuliah tersebut, Sekar rela berkorban. Kesehatannya yang memburuk akibat kanker otak tidak dipedulikan. Sedangkan Nur yang merasa kasihan melihat keadaan ibunya, memutuskan mengambil cuti dari kuliahnya. Uang biaya kuliah digunakannya untuk mendaftar sebuah MLM. Dian (Fedi Nuril), seorang mahasiswa yang walau masih sepantarannya namun sudah mulai mapan, yang mengajak Nur bergabung dalam bisnis MLM. Dian sendiri selalu mendampingi Nur dalam merangkai mimpi-mimpi masa depannya. Dian jugalah yang membuat Nur kembali berani untuk bermimpi dan bercita-cita kembali. Kebersamaan Nur dengan Dian pun menimbulkan benih-benih asmara di antara keduanya. Konflik mulai memanas ketika Sekar, ibu Nur, jatuh tidak sadarkan diri saat menjemur cucian. Nur yang sibuk mencari downline sulit dihubungi. Saat kembali ke rumah dan menemukan ibunya terbaring ditunggui tetangga, Nur merasa marah pada dirinya sendiri, mencoba menyalahkan keadaan, saat ayahnya meninggalkan ibunya dan dirinya. Impian-impian membahagiakan ibunya juga hancur berkeping-keping. Di tengah keputusasaan, Nur kalut dan meminjam uang pada rentenir dengan bunga tinggi. Sedangkan jaringan MLM yang dijalaninya belum mendapatkan titik terang. Sementara cobaan lain datang beruntun, jaringan MLM di bawahnya disabotase oleh money game. Kehidupan cintanya juga terkoyak saat melihat Dian bersama perempuan lain. Melihat keadaan ibunya terbaring tak berdaya menunggu masa operasi, Nur mulai dilanda rasa putus asa. Setelah beberapa kali jatuh bangun Nur pada akhirnya mulai merasa ragu dengan impian miliknya yang tampak tidak mungkin untuk diraih. Saat itulah Dian kembali hadir menawarkan impian kepada Nur. Nur akhirnya mampu 'menebus impian' dengan kerja kerasnya. Kasih sayang ibu yang tidak pernah surut, ditampilkan apik oleh Ayu Diah Pasha. Tak heran jika Hanung berulang kali menegaskan film ini secara khusus dirilis tanggal 15 April, menjelang Hari Kartini. Meskipun terkesan datar tanpa ada konflik yang menonjol, film bergenre drama ini cukup kuat menarik simpati penonton. Bahkan bagi Anda yang selama ini antipati dengan MLM tidak perlu ragu menontonnya.

Zahrana Kasih Bunda Siti Bunda Sophie Winda Sari Ainur Ropiq Agus Agus Isnaini Sumawe Suhermin Utami Afrin Siti Madiun Ajja Nurroh Nurroh Ibune Dyta Dhunia Maya Hesti Dickvalino Bunga Aj Rafael Willys Syahputra Tiens Suli Anggoro Suli Rahayu

Perjuangan Hidup Abraham Lincoln

Lahir tahun 1809 di sebuah pondok dari Kayu yang primitif. Ayahnya adalah seorang yang buta huruf, buruh yang sering berpindah-pindah tempat,  dan ibunya adalah seorang wanita rapuh yang penyakitan. 
Tidak pernah mengecap pendidikan formal. 
- Tahun 1831 gagal meniti karier bisnis
- Tahun 1832 gagal calonkan diri sebagai anggota legislatif
- Tahun 1832 kehilangan pekerjaannya dan tidak diterima di sekolah hukum.
- Tahun 1835 jatuh cinta dengan Ann Rugledge tetapi mengalami patah hati karena Ann meninggal setelah pertunangan. 
-  Tahun 1836 mengalami gangguan urat syaraf total dan selama 6 bulan hanya tidur. 
- Tahun 1838 mencoba untuk menjadi jurubicara dewan legislatif tetapi gagal. 
- Tahun 1840 mencoba jadi anggota dewan negara bagian tapi gagal.
- Tahun 1843 gagal jadi anggota Kongres
- Tahun 1846 berhasil jadi anggota Kongres.
- Tahun 1849 kembali gagal jadi anggota Kongres
- Tahun 1849 lamarannya untuk jadi pegawai negeri di kampungnya ditolak.
- Tahun 1854 gagal calonkan diri sebagai anggota senat Amerika.
- Tahun 1856 mencalonkan diri dalam nominasi wakil presiden pada konvensi nasional partainya namun mendapatkan kurang dari 100 suara kembali mengalami kekalahan yang memalukan
- Tahun 1858 kembali calonkan diri untuk Senat Amerika tetap kalah lagi.
- Tahun 1860 terpilih jadi Presiden Amerika ke-16
- Tahun 1865 terpilih kembali sebagai Presiden untuk periode kedua tetapi pada tanggal 14 April 1865 Lincoln dibunuh. 

Jika anda gagal hari ini jangan putus asa,  jangan menyerah.  Kemenangan buat orang yang mau berjuang bukan untuk mereka yang menyerah.

Sejarah Hari Buruh Sedunia

Setiap Tanggal 1 Mei, kaum buruh dari seluruh dunia memperingati peristiwa besar yaitu demonstrasi kaum buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886, yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Tuntutan ini terkait dengan kondisi saat itu, ketika kaum buruh dipaksa bekerja selama 12 sampai 16 jam per hari. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886 pada awalnya didukung oleh sekitar 250 ribu buruh. Dalam jangka waktu dua minggu membesar menjadi sekitar 350 ribu buruh. Kota Chicago adalah jantung gerakan diikuti oleh sekitar 90 ribu buruh. Di New York, demonstrasi yang sama diikuti oleh sekitar 10 ribu buruh, di Detroit diikuti 11 ribu buruh. Demonstrasi pun menjalar ke berbagai kota seperti Louisville dan di Baltimore demonstrasi mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada tanggal 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas, dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut. Perkembangan ini memancing reaksi yang juga besar dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi. Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri. Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi-buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada tanggal 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat dalam pemboman delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun kaum buruh tidak begitu saja menyerah dan pada tahun 1888 kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890. Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg (1894), demonstrasi menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam perhari tersebut sebenarnya diinsipirasikan oleh demonstrasi serupa yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh se- dunia dalam satu perjuangan. Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, Kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia. Delapan jam/hari atau 40 jam/ minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO no. 01 tahun 1919 dan Konvensi no. 47 tahun 1935. Khususnya untuk konvensi no. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan Internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh se-dunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk-bentuk kerja-paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial. Selain itu, perjuangan kaum buruh di AS yang kemudian diikuti oleh gelombang kebangkitan gerakan buruh di negeri-negeri lainnya, juga telah memberikan inspirasi kepada golongan klas pekerja dan rakyat tertindas lainnya untuk bangkit berlawan. Di Indonesia SATU Mei disebut juga May Day oleh pemerintah pernah mewajibkan peringatan hari tersebut melalui UU No. 1 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya UU Kerja Tahun 1948. Pasal 15 ayat 2 menyebutkan, "Pada hari 1 Mei, buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja". Karena alasan politik, Orde Baru melarang peringatan Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu, peringatan 1 Mei tidak pernah diakui oleh pemerintah dan pada tanggal 1 Mei klas buruh/ pekerja tidak lagi mendapatkan kebebasan dari kewajiban untuk tidak bekerja/libur. Bahkan buruh dilarang untuk merayakan 1 Mei sebagai Hari Buruh SeDunia .