Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Monday, January 9, 2017

Hidup Adalah Anugerah

Dr. Shigeaki Hinohara bukan Dokter biasa. Dia adalah aset Nasional Jepang. Lahir tahun 1911, ia berusia 105 pada tahun ini 2017. Dia mungkin merupakan Dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia. Dr. Hinohara telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya adalah Best-Seller, Living Long, Living Good, yang terjual lebih dari 1,2 Juta copy.

Ini adalah Protokol menyegarkan dari Dr. Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, yang berbeda dari panduan gaya hidup sehat pada umumnya.

1. Energi berasal terutama dari Perasaan yang baik. Anak-anak sering bersenang-senang sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak-anak, mengurangi aturan seperti waktu makan dan waktu tidur. Have more fun.

2. Jangan kelebihan berat badan. Orang-orang yang berumur panjang tidak Overweight. Dr. Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus untuk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi dan 2x seminggu, dia Menghadiahkan dirinya dengan 100g daging.

3. Selalu membuat rencana ke depan. Dr. Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dengan ceramah, kerja di RS dan pertemuan-pertemuan. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo tahun 2020.

4. Anda tidak harus Pensiun. Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pada usia yang lebih tua, bukan di umur 65.

5. Berbagilah apa yang Anda ketahui. Dr. Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, beberapa bahkan untuk anak-anak SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

6. Jangan percaya semua yang dikatakan, dianjurkan Dokter Anda. Dokter tidak dapat menyembuhkan semua orang. Coba tanyakan apakah dokter anda akan menyarankan orang yang dicintainya melalui prosedur yang disarankannya kepada anda. Mengapa harus menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu bagi pasien..?

7. Agar tetap sehat, pilhlah Tangga daripada Lift dan bawa sendiri barang-barang Anda. Ini adalah bentuk latihan kaki dan otot-otot paha.

8. Carilah Inspirasi. Dr. Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning Abt Vogler yang menyarankan untuk merencanakan sesuatu yang besar bahkan yang anda tidak bisa menyelesaikannya saat masih hidup.

9. Rasa sakit itu Misterius. Cobalah mengatasi rasa sakit dengan melupakannya. Jika seorang anak kecil sakit gigi dan Anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr. Hinohara, ada terapi Musik dan kelas Seni.

10. Jangan Mabuk dengan materi. Tidak ada yang tahu sampai kapan Anda hidup dan Anda tidak dapat membawa apa-apa ketika meninggal.

11. Ilmu saja tidak dapat Menyembuhkan orang.Ilmu memperlakukan sama semua orang, padahal penyakit bersifat Individual. Untuk dapat menyembuhkan seseorang, dokter perlu lebih Liberal dan Visual.

12. Hidup sukar diduga dan penuh dengan Insiden. Ketika berusia 59 tahun Dr. Hinohara berada di pesawat yang dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sebagai Eksperimen dan kagum bagaimana tubuhnya beradaptasi dengan situasi krisis.

13. Carilah model peran. Salah satu model peran Dr. Hinohara adalah Ayahnya yang pergi ke Amerika tahun 1900 untuk belajar di Duke University. Kita harus punya tujuan untuk mencapai lebih dari yang Bisa dicapai.

14. Hidup lama itu sangat menyenangkan. Dalam usia lanjut, kita harus berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65, Dr. Hinohara telah bekerja sebagai Sukarelawan. Dia masih aktif 18 jam sehari, tujuh hari seminggu dan ia menikmati setiap menit dari hidupnya.

Hidup adalah anugerah Tuhan dengan segala yang dititipkan pada kita.. Have a wonderful life all.

Saturday, January 7, 2017

Asal Usul Perayaan Tahun Baru Masehi

Tiap kali menjelang malam pergantian tahun (Kalender Masehi), milyaran orang di penjuru dunia merayakannya. Tiupan terompet, pesta kembang api, hingar bingar pertunjukkan musik, pesta pora di hotel-hotel berbintang atau tempat wisata, hingga ucapan "Selamat Tahun Baru" atau "Happy New Year" berkumandang di mana-mana.
Tapi, tak banyak yang mengetahui sejarah di balik perayaan tahun baru masehi ini. Apa sebenarnya dasar penentuan perayaan tahun baru?

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.

Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli.

Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September.

Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Tahun Masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Kristen. Masehi adalah nama lain dari Isa Al Masih.

Menurut catatan Encarta Reference Library Premium 2005, orang yang pertama membuat penanggalan kalender Masehi adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada 45 SM, jika menggunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus. Namun dalam perkembangannya, ada seorang pendeta Kristen bernama Dionisius yang kemudian memanfaatkan penemuan kalender Julius Caesar untuk diadobsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus.

Itulah sebabnya penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti in the year of our lord) alias Masehi.

Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi). Kemudian Pope (Paus) Gregory III memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh Eropa, bahkan kini seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakina Kristen:”The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date”.

Demikian keterangan dalam Encarta Reference Library Premiun 2005. Di jaman Romawi, pesta ulang tahun baru adalah untuk menghormati Dewa janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa pada abad permulaan Masehi.

Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal.

Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).
Soal Janus Dewa-Dewa pagan Tersebut bisa dibaca di sini untuk lebih lengkapnya Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu
Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam.

Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.

Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Yunani, buah delima yang menurut orang yunani melambangkan kesuburan dan kesuksesan ditebarkan di pintu rumah, kantor dan took took sebagai simbol doa untuk mendapatkan kemakmuran sepanjang tahun.

Italia, disalah satu kotanya, tepatnya Naples, pada pukul 00 tepat pada malam pergantian tahun, masyarakat disana akan membuang barang barang yang sudah usang dan tidak terpakai di jalanan. Spanyol, masyarakat spanyol tepat pada malam pergantian tahun akan memakan anggur sebanyak 12 biji, jumlah yang hanya 12 melambangkan harapan selama 12 bulan kedepan.

Jepang, di jepang, masyarakat disana merayakan tahun barunya dengan memakan 3 jenis makanan sebagai simbol yaitu telur ikan melambangkan kemakmuran, ikan sarden asap melambangkan kesuburan tanah dan manisan dari tumbuhan laut yang melambangkan perayaan. Korea, pada malam pergantian tahun masyarakat disana menikmati kaldu daging sapi yang dicampur dengan potongan telur dadar dan kerupuk nasi atau yang biasa disebut thuck gook.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba football Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.

Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang meneriakkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!
Perayaan tahun baru Masehi biasanya dirayakan sangat meriah bahkan ada yang sengaja melupakan sejenak persoalan hidup yang berat untuk sekedar merayakan pergantian tahun: old and new.

Wednesday, January 4, 2017

Bunga Edelweis (Edelweis Anaphalis Javanica)

Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS bagi seorang pecinta alam dan pasti TIDAK AKAN MEMETIKNYA UNTUK DI BAWA PULANG bila mereka menyebut dirinya sebagai PECINTA ALAM

Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.
Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus , sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.
Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik (Myophonus glaucinus).

Bunga ini rata-rata berwarna putih–abu-kehijauan dan putih kekuning-kuningan. Banyak yang mengatakan bahwa ada edelweis yang berwarna ungu, biru, dan merah. Kebenarannya masih sebuah misteri. Bunga ini tumbuh membentuk rimbunan kecil di permukanan tanah. Ketika dipetik dan disimpan di tempat kering dan temperatur ruangan, bunga ini tidak akan berubah warna seolah-olah ia tetap hidup dan abadi. Inilah keistimewaannya sehingga ia sering menjadi lambang kecintaan seorang remaja pria terdadap kekasihnya. Hal ini jugalah yang memancing para pendaki untuk memetik dan membawanya pulang. Bunga ini tidak akan layu jika sudah dipetik tetapi bunga ini hanya akan mengering.
Bagian-bagian edelweiss yang sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.
Bunga edelweis (Leontopodium alpinum) yang sering disebut-sebut sebagai bunga abadi tumbuh di tempat terbuka dan lembab yang terdapat di puncak atau lereng gunung tertentu, seperti Gunung Gede, Malabar, Papandayan, Cikurai, Guntur, dll. Dalam ilmu botani, bunga tersebut terbentuk secara alami dari timbunan humus dan memerlukan waktu sedikitnya lima tahun untuk tumbuh dan berbunga.
Bunga edelweis jawa ini sudah banyak dibudidayakan oleh para petani di daerah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Biasanya mereka membudidayakan dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya. Paling tidak bunga edelweis ini sebaiknya ditanam di daerah dataran tinggi lebih dari 1000 m dpl, pada tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antara 4-7. Dan menyukai sinar matahari penuh.

Filosofi dan Mitos bunga Edelewis (Anaphalis Javanica)
Filosofi :

Edelweiss (Leontopodium alpinum), salah satu bunga yang sangat terkenal sebagai "BUNGA GUNUNG EROPA", sebagai salah satu keluarga BUNGA MATAHARI (Asteraceae).

Nama bunga ini berasal dari GERMAN edel (berarti Mulia-noble) dan weiß (berarti Putih - white). Nama Genusnya Leontopodium berarti "LION'S paw" atau CAKAR MACAN, sedangkan LEON dari bahasa YUNANI - leon (lion) and podion ( KAKI, pous, foot).
• Bunga ini bisa tumbuh mencapai ukuran 3-20cm (dalam perawatan dan pengembangan bisa mencapai 40cm). Daun yang muncul nampak seperti WOOL karena tertutup oleh BULU-BULU yang PUTIH.
• Bunga ini mekar antara bulan JULI dan SEPTEMBER . Dan uniknya penyebaran bunga ini lebih menyukai daerah berbatu dan berkapur pada ketinggian 2000-2900m.
• Bunga ini tidak beracun, dan sudah digunakan sebagai obat tradisional untuk melawan penyakit yang berhubungan dengan perut (pembedahan perut) dan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.
• Bunga ini biasanya tumbuh di lokasi yang tidak terjangkau, yang mana ini banyak terjadi di negara Slovenia dengan pegunungannya . Karena warna PUTIH-nya maka Switzerland menjadikannya sebagai simbol ke-MURNI-an dan ke-CANTIK-an, sehingga bangsa ROMANIA menyebutnya sebagai, floarea reginei (Queen's flower).

Mitos Bunga Edelweis

Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m.

Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Mmm.., kalau bicara mengenai mitos memang susah, meskipun terkadang itu tidak masuk akal. Tapi di lain sisi, ketika posisi kita telah menjadi korbannya, justru sebaliknya, “Mitos mampu mengalahkan sebuah logika dan keyakinan”. Nggak percaya? Coba deh tanyain ke teman-teman kamu mengenai hal ini. Atau mungkin diantara kamu memiliki cerita tersendiri mengenai mitos ini.

Siapa yang nggak tahu bunga edelweis, atau banyak orang yang memberikan istilah dengan bunga abadi. Kalau dilihat dari bentuknya bunga ini sangat cantik, dan di balik kecantikannya itu tersimpan makna ataupun mitos yang cukup banyak mempercayainya. Butuh perjuangan untuk mendapatkannya, karena bunga yang satu ini biasanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung.

Oleh karena itu kamu bisa membayangkan betapa susahnya untuk bisa memetik si bunga abadi ini. Orang bilang, “Untuk mendapatkan bunga edelweis yang indah, maka semakin besar resiko yang dihadapi”, karena nyawa adalah tantangannya. Mengingat bahwa bunga edelweis telah menjadi bunga yang langka dan dilindungi, razia juga salah satu resiko yang harus ditanggung.

Tapi.., fenomena yang ada sekarang ini justru mengharuskan kita agar dapat bijaksana dan membuat benang merah agar bunga edelweis tetap ada sebagai pelepas dahaga jika seandainya suatu saat kita berdiri di sebuah puncak yang tinggi, dimana sekeliling kita adalah hamparan bunga abadi ini. Save Edelweis!

So, kalau pacar kamu bertanya, “Kenapa kamu (tiba-tiba) nggak suka bunga edelweis? Bukankah itu bunga abadi yang bisa membuat cinta kita abadi seperti bunga edelweis?”. Cari alasan lain aja deh, yaa.. mungkin kamu bisa bilang, “Bunga itu terlalu indah untukku..”, “Aku gak tega melihatnya, karena hanya bunga ini puncak dan lembah di pegunungan menjadi indah..”, atau, “Cinta kita akan lebih indah dan abadi jika kamu memberikan bunga bank..”. Bagi yang percaya bahwa bunga edelweis bisa membuat cinta kamu abadi, akan lebih bijaksana kalau kamu justru membiarkan bunga itu tumbuh dan abadi sesuai pada tempatnya.

Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi (dari sekuntum bunga abadi), tapi adalah cinta sejati (juga bukan dari sekuntum bunga Edelweis). Dan kamu justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kamu tidak meyakini bahwa yang sedang kamu rasakan.

10 Nasehat Bijak Einstein

Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai

"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."

Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.

"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan

"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.

5. Belajar dari Kesalahan

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.

6. Hidup pada saat ini

"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."

Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.

7. Hargai diri Anda

"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda.

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda

"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."

Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis?

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."

Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik

"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda.

Perayaan Makan Onde

Setiap tanggal 21 atau 22 Desember, masyarakat Tionghua di seluruh dunia merayakan suatu festival yang dinamakan Dong Zhi Jie (perayaan makan onde). Menurut tradisi orang Tionghua, perayaan ini merupakan salah satu festival penting. Onde dibuat dari tepung ketan diberikan sedikit air, lalu dibentuk bulatan-bulatan kecil seukuran bola kelereng. Biasanya berwarna merah dan putih.

Onde ada yang dibuat agak besar seperti bakso, didalamnya berisi kacang tanah yang dihaluskan. Tapi baik onde kecil maupun onde besar, cara masaknya sama, direbus lalu dihidangkan dengan kuah manis rebusan jahe, pandan, dan gula pasir (kuah bening) atau gula merah (kuah coklat). Sangat bagus diminum ketika cuaca dingin, kalo cuaca panas ya bisa ditambahkan es batu.

Seperti biasa, setiap festival Tionghua, selalu ada cerita dibaliknya.

VERSI 1: CERITA PEMBANGUNAN ISTANA RAJA
Pada zaman dahulu di negeri Cina, ada seorang Raja hendak membangun istananya. Maka dia memanggil semua tukang di seluruh negeri untuk mewujudkan keinginannya. Ada tukang kayu, tukang batu, tukang cat, tukang meja kursi, dan tukang-tukang lainnya yang masing-masing terbaik dibidangnya.
.
Kaisar akan menobatkan mereka dengan gelar Da Shi Fu (Guru Handal) jika mereka bisa membuatkan istana yang bagus untuknya. Maka setiap tukang itu mengerjakan istana dengan kemampuan terbaiknya.

Dan berita ini sampai juga di telinga dua orang tukang masak untuk Raja, dan dia ingin meminta Raja untuk menobatkan dirinya menjadi Maha Guru Tukang setelah istana sudah selesai dibangun. Tentu saja permohonan ini dicemooh para tukang, karena tukang masak dianggap tidak layak.

Maka mundurlah tukang masak dengan kecewa.

Saat itu kebetulan sedang musim dingin. Ketika hari sudah mulai menjelang siang dan ditambah udara dingin di luar, dan perut para tukang mulai keroncongan, mereka meninggalkan kerjaan sejenak dan menuju tempat makan. Tapi tidak tersedia satupun makanan diatas meja hidangan. Terpaksa para tukang melanjutkan kerjaan dengan perut lapar dan kedinginan. Banyak yang akhirnya berhenti bekerja, dan pembangunan istana menjadi terhenti.

Maka Raja kembali memanggil tukang masak, untuk membuatkan makanan bagi para tukang, dan dia berjanji memberikan penghargaan Maha Guru Tukang setelah istana selesai dibangun.

Saat itu didapur hanya ada beras ketan dan sejumlah bumbu masak. Maka dengan keterampilan si tukang masak, beras ketan itu ditumbuk menjadi menjadi tepung ketan, dan diolahnya menjadi bola-bola kecil ada yang putih dan sebagian lagi berwarna merah, dan kemudian direbus dan dihidangkan dengan kuah yang manis dan diberi jahe.

Sup bola-bola kecil yang hangat itu terlihat sangat bagus karena perpaduan warna merah dan putih. Kuah yang manis dan hangat membuat para tukang mempunyai tenaga untuk tetap bekerja di musim dingin. Dan dalam sekejab, istana Raja yang indah selesai dibangun sebelum perayaan musim Semi.

Dan sejak saat itu masyarakat Tiongkok mulai memasak sup bola-bola kecil setiap musim dingin, untuk mengingat jasa tukang masak yang telah membantu pembangunan istana Raja.

VERSI 2: SEJARAH PERAYAAN FESTIVAL DONG ZHI JIE
Menurut catatan sejarah, festival ini mulai dirayakan masyarakat Tiongkok sejak masa Dinasti Han. Dasar dari perayaan ini adalah merayakan datangnya keseimbangan kosmos dan alam semesta.

Pada tanggal 21 Desember atau 22 Desember, terjadi peristiwa yang dikenal dengan sebutan Titik Balik Matahari (http://id.wikipedia.org/wiki/Titik_balik_matahari). Pada saat festival Dong Zhi dirayakan, sinar matahari merupakan yang paling lemah dan siang sangat pendek. Bagi kita, orang Indonesia yang tinggal di daerah tropis, peristiwa titik balik matahari ini tidak kerasa bedanya.

Sehari setelah perayaan Dong Zhi, matahari berangsur-angsur mulai menguat dan siang menjadi panjang. Dalam filosofi China, hal ini merupakan hal yang baik karena Energi Positif mulai mengalir masuk. Kejahatan dan penderitaan akan berkurang karena matahari menerangi dunia lebih lama.

Pada zaman dahulu, tradisi perayaan ini dimulai dengan adat pemujaan kepada dewata dan leluhur, untuk bersyukur atas energi positif yang akan datang setelah perayaan. Setelah upacara syukuran selesai, orang-orang akan berkumpul bersama keluarga, teman, saudara untuk sama-sama menikmati Sup Onde yang hangat dan manis. Sebagai suatu simbol dari kekeluargaan dan kebersamaan.

Dan Festival Dong Zhi ini menjadi suatu tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Tionghua Perantauan, karena di tanah perantauan, hal paling utama adalah Rasa Kekeluargaan Dan Kebersamaan. Sudah terbukti selama beberapa generasi, di tanah perantauan, hanya keluarga dan teman dekat yang bisa membuat kita bertahan hidup dan sukses.

Hamba Tuhan dan Khotbahnya

Saat ini, tidak sedikit hamba TUHAN yang tak lagi kritis dan hanya mengikuti tren. Akibatnya ada bahaya yang melekat dan tak disadari oleh para hamba TUHAN, dalam tema-tema khotbahnya lebih terpacu atas nilai-nilai duniawi (sekularisme) dan uang, kekayaan atau sukses (materialisme) dari pada nilai-nilai Alkitabiah. Maka mereka melakukan pemberitaan hanya yang sesuai dengan apa yang diinginkan zaman ini. Slogan yang sering kita dengar masa kini adalah: "yang terutama bukan masalah kebenaran tetapi apa yang saya alami". Pernyataan tersebut sangat berbahaya dan jika hamba TUHAN berpikiran bahwa yang terutama adalah yang dialami maka mereka akan berusaha supaya berkhotbah tentang apa yang diinginkan telinga pendengarnya, bukan lagi apa yang diinginkan oleh ALLAH.

Charles Haddon Spurgeon adalah pengkhotbah ternama Inggris dan pengkhotbah yang dicintai oleh jemaat untuk lebih dari separuh abad ke sembilan belas, menasehati mahasiswa-mahasiswanya, "Khotbah yang dilakukan tanpa persiapan, tanpa belajar, adalah seperti mendung tanpa hujan. Dari tidak ada apa-apa menghasilkan tidak apa-apa." Beliau juga menasehatkan, "...Khotbahnya seharusnya merupakan gelora jiwanya, pancaran semangat intelektualnya dan spiritualnya...khotbah-khotbah itu semestinya seperti permata yang dipotong dan disusun dengan baik-berharga dan hakiki, dan menampilkan tanda-tanda kerja keras. ALLAH tidak menghendaki kita mempersembahkan sesuatu yang tidak menuntut pengorbanan apapun dari kita." Hamba TUHAN harus mengerti isi Alkitab dengan benar. Itulah sebabnya penting sekali bagi setiap hamba TUHAN untuk belajar kebenaran Firman TUHAN. Hamba TUHAN harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan Firman TUHAN. Bukan gelar yang menjadi tujuan tetapi pemahamannya tentang TUHAN.

►  Beritakanlah Firman TUHAN.
Paulus menasehati Timotius dalam 2 Timotius 4:1-2
Mengapa Paulus membicarakan hal itu dalam nasihatnya kepada Timotius? Untuk mengingatkan Timotius bahwa suatu hari nanti, akan tiba saatnya untuk mempertanggungjawaban pemberitaan firman yang telah dilakukan. Sebagai hamba TUHAN, Timotius diminta untuk memberitakan firman. Karena semakin banyak orang yang tidak suka mendengar kebenaran firman TUHAN. Orang lebih suka mendengar apa yang menyenangkan untuk didengar, ketimbang mendengar sesuatu yang memerahkan telinga. Karena akan datang masa dimana orang lebih suka dengan ketidak benaran dan dongeng (2 Timotius 4:3-4). Tidak semua orang yang membuka Alkitab dan membicarakannya, berarti sedang memberitakan firman. Banyak pengkhotbah yang membicarakan dirinya, dan bukan firman. Jika fokusnya pada kisah lucu atau tentang pengalaman hidupnya yang begitu menyentuh, itu berarti ia sedang membicarakan dirinya.

Menjadi hamba TUHAN tak mudah karena tugas dan tanggung jawab mereka terhadap pemberitaan firman tidaklah kecil. Seorang hamba TUHAN harus selalu siap menyampaikan firman TUHAN, kapan saja. Ia harus siap memberitakannya, baik dalam keadaan senang maupun susah; baik saat ia dapat melihat buahnya maupun tidak. Mimbar harus digunakan untuk benar-benar menyampaikan Firman TUHAN dengan obyetif Alkitabiah. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga, seorang hamba TUHAN harus memperhadapkan firman TUHAN dengan hidup para pendengarnya, dan membiarkan TUHAN YESUS bekerja di dalamnya.

Paulus dalam nasehatnya kepada Timotius, menyinggung dua kali pengajaran tentang TUHAN YESUS sebagai Hakim. Adanya penghakiman yang akan datang seharusnya memberikan kesadaran dan juga menjadi inspirasi yang membuat Timotius makin sungguh-sungguh melayani. Sudut pandang kemasa depan inilah yang menjadi dasar supaya Timotius sebagai pemberita firman bersikap siap sedia (2 Timotius 4:2), menguasai diri dalam segala hal dan "menunaikan" tugas pelayanannya (2 Timotius 4:5), seperti seorang atlit yang mencapai garis finis dengan baik (bdk. 2 Timotius 4:6-8).

►  Melihat diri dan Ajaran.
Kecenderungan manusiawi kita adalah melihat apa yang ada di depan mata. Kita susah melihat kelemahan kita tetapi sangat cepat mengamati kekurangan orang. Seorang hamba TUHAN haruslah seorang yang dapat menjaga, mengamati, dan menonton, dirinya sendiri. Pesan Paulus kepada Timotius, "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau." (1 Timotius 4:16). Setiap hamba TUHAN harus ingat hal ini di dalam hatinya, sambil memperhatikan, pertama-tama kepada dirinya sendiri, dan meyakini bahwa ia menjadi teladan kesucian. Dan juga, ia harus memperhatikan ajarannya dengan cermat, karena keselamatan kekal baginya dan keselamatan kekal bagi orang yang mendengarkannya tergantung pada hal yang dia ajarkan. Jika hamba TUHAN memegang doktrin palsu atau menolak berkata kebenaran kepada orang-orang, maka akibatnya bisa membawa kehancuran kekal baginya dan orang-orang lain.

Seorang hamba TUHAN harus tekun belajar Firman TUHAN sehingga ia memahami secara menyeluruh dan seimbang tentang hal itu. Paulus juga bersurat kepada Timotius, "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan ALLAH sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu" (2 Timotius 2:15). Kata "usahkanlah" di sini memiliki pengertian untuk berjuang dan berusaha keras menggali kebenaran Firman TUHAN. Karena dengan mengerti apa yang TUHAN maksudkan dalam Firman-NYA, seseorang akan mengerti bagaimana menjadi seorang hamba yang layak di hadapan TUHAN.

Dalam Alktiab bahasa Inggris (KJV) kata "usahakanlah" di sini adalah kata "study" yang mana menekankan bagaimana umat Kristen mempelajari Firman TUHAN dalam menyenangkan hati TUHAN. Perlu diketahui bahwa kata "usahakanlah" atau "study" ditulis dalam bentuk perintah atau imperatif dalam bahasa Yunani. Itu berarti, bahwa setiap hamba TUHAN harus melakukannya. Itu bukan suatu pilihan atau opsi tetapi suatu keharusan. Oleh karena itu, sebelum hamba TUHAN memberikan suatu arti Firman TUHAN yang dipelajari, ia harus berhati-hati dalam menangani perkataan TUHAN YESUS karena itu bukan perkataan manusia. Jadi ketika seseorang ingin memberikan arti suatu Firman, ia harus memikirkan apa maksud TUHAN ketika TUHAN YESUS mengatakan atau memberikan perkataan itu dan bukan apa pendapatnya tentang maksud Firman itu.

►  Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar
Tidak mudah untuk mengetahui kebenaran suatu tafsiran. Harus diakui, ada bagian Alkitab yang mudah dimengerti dan ditafsirkan, bahkan orang awam sekalipun bisa memahaminyai dengan mudah, tetapi ada banyak bagian Alkitab yang sulit dipahami dan menuntut pembelajaran serius dan saksama. Fakta ini mengingatkan setiap umat Kristen untuk berhati-hati dalam memberikan arti suatu perikop Alkitab. Petrus memberikan peringatan penting agar umat Kristen jangan sembarang bicara dalam memberikan arti tafsiran perikop Alkitab tetapi harus mempelajarinya dengan seksama dan dalam doa yang sungguh-sungguh karena ada perikop Alkitab yang sulit dimengerti. Kesalahan dalam memberi tafsiran atau arti perikop Alkitab akan membinasakan dan menyesatkan diri sendiri dan orang yang dipimpinnya. 2 Petrus 3:15-16

Ayat di atas jelas-jelas memberitahukan, ada orang-orang yang sembarangan memberikan tafsiran Alkitab tanpa memperdulikan akibatnya. Perilaku ini telah terjadi bukan hanya di masa modern sekarang ini tetapi sudah terjadi sejak awal berdirinya gereja mula-mula. Inilah yang diamat Petrus masa pelayanannya. Dan masa kini tentu telah terjadi dalam skala besar. Jika masa dulu perbuatan semacam itu dilakukan perorangan, namun masa kini dilakukan dalam skala organisasi, institusi dan denominasi gereja. Setiap umat percaya harus berhati-hati dan selalu kembali kepada Alkitab dalam mengetahui suatu ajaran itu benar atau salah, sekalipun pengajar atau pengkhotbah itu merupakan orang yang sudah dikenal sejak lama, karena tidak jarang terjadi orang yang setia selama puluhan tahun, namun kemudian meninggalkan kebenaran menjelang masa akhir pelayanannya.

Penafsiran firman TUHAN yang tepat dan benar merupakan landasan orang percaya. Setiap kali kita membaca Alkitab, pasti akan bertemu dengan proses penafsiran mengenai makna ayat-ayat yang dibaca. Mencari makna atau arti yang sesungguhnya dari firman TUHAN, harus dilakukan oleh setiap orang yang rindu mengenal TUHAN, mau menjadi pengkotbah, hendak memimpin sharing atau pendalaman Alkitab dan aktivitas rohani lainnya. Dalam lingkungan ilmu teologi, proses penafsiran Alkitab disebut sebagai ilmu hermeneutika.

Kata Hermeneutik dalam bahasa Ibrani adalah pathar, yang artinya adalah menafsir" (to interprete). Sedangkan kata bendanya adalah pithron, artinya "tafsiran" (interpretation). Kata ini paling umum digunakan dalam konotasi menafsirkan mimpi, karena mimpi berwujud simbol yang artinya tidak jelas. (Kejadian 41:8,12,15). Kata Hermeneutik dalam bahasa Yunani adalah hermeneutikos, berasal dari kata hermeneuo, artinya "menafsir" (to interprete). Kata benda yang dipakai adalah hermeneia, artinya "tafsiran" (interpretation). Kata ini ambil dari kata Hermes, yaitu nama dewa Yunani yang tugasnya membawa berita-berita dari dewa-dewa kepada manusia. (Kisah Para Rasul 14:11-12). Jadi kata hermeneutika berarti menginterpretasikan, menjelaskan atau menterjemahkan. Sebuah definisi yang disepakati para ahli adalah, menunjuk seluruh proses penafsiran yang membawa pembaca modern mengerti akan berita yang disampaikan oleh Alkitab. Sebagai ilmu, hermeneutik menggunakan cara-cara ilmiah dalam mencari arti sesungguhnya dari Alkitab. Prinsip yang dipakai hermeneutik merupakan suatu sistem yang masuk akal, dapat diuji dan dipertahankan.

Memahami kitab-kitab suci sesungguhnya tidak mudah, pertama karena antara kita yang hidup dalam dunia modern dan kitab-kitab suci terbentang jurang sejarah yang lebar, dari ratusan tahun hingga ribuan tahun; dan kedua karena ada jurang budaya yang membuat cara hidup, cara berbudaya dan cara berpikir pramodern para penulis kitab-kitab suci dan masyarakat mereka berbeda tajam dari cara-cara kita dan masyarakat kita dalam zaman modern ini untuk hal-hal yang sama. Nabi Musa dan YESUS KRISTUS dari Nazareth serta Rasul Paulus, misalnya, tak mengenal berbagai jenis komputer, Internet dan Twitter, tidak seperti kita yang hidup di abad ke-21 ini.

Dua jurang yang menganga ini benar-benar ada dan tidak bisa begitu saja diabaikan. Jika kita mengabaikan dua jurang ini, maka kita terjatuh ke dalam kubangan anakronisme, yang akan pasti membuat kita tidak bisa hidup fungsional lagi di dalam dunia kita sendiri pada masa kini sebagai orang-orang lain yang hidup berbeda dari orang-orang zaman kitab-kitab suci ditulis. Anakronisme itu berada di zaman yang salah, yang tidak sinkron dengan zaman anda sendiri. Keadaannya seperti memindahkan Nabi Musa dengan paksa untuk hidup modern di kota New York pada masa kini: dia akan pasti terkena kejut budaya (culture shock) yang akan membuatnya lumpuh total.

Kalangan literalis skripturalis menerima begitu saja segala hal yang tertulis dalam kitab-kitab suci mereka sebagai kebenaran-kebenaran abadi yang tinggal diambil lalu dipakai dan diterapkan begitu saja (at face value) pada zaman modern sekarang ini. Jelas, literalisme (harfiah, menurut huruf, kata demi kata) hanya akan menghasilkan anakronisme (Kamus KBBI: ketidakcocokan dengan zaman tertentu; penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar belakang yang tidak sesuai menurut waktu di dalam karya sastra). Perlu ada suatu pendekatan tafsir yang dapat mencegah anda terjatuh ke dalam anakronisme Pendekatan semacam ini sudah ada, dinamakan pendekatan historis kritis (historical criticism). Berikut ini langkah-langkah menafsir teks-teks kitab-kitab suci secara historis kritis.

Alkitab adalah karya ilahi-insani. ROH KUDUS mengilhami para penulis untuk menulis (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21), tetapi mereka tetap bebas mengekspresikan sesuai dengan latar belakang masing-masing. Kebebasan ini dijaga begitu rupa oleh ROH KUDUS agar tulisan mereka bersifat tidak bersalah (inerrant). Implikasi dari doktrin ini adalah para penafsir harus memahami Alkitab sesuai dengan apa yang dipikirkan para penulis Alkitab. Untuk mengetahui maksud para penulis, penafsir perlu memahami hermeneutika, yaitu prinsip-prinsip penafsiran Alkitab.

►  Mengapa diperlukan cara menafsirkan Alkitab ?
Dalam menafsirkan Alkitab kita perlu memahami 2 hal yaitu: Eksegesis dan Eisegesis adalah dua pendekatan yang berkonflik dalam studi Alkitab. Eksegesis adalah eksposisi atau penjelasan dari sebuah teks berdasarkan analisa-analisa yang seksama dan obyektif. Kata eksegesis secara harfiah bermakna "menuntun keluar dari." Maksudnya bahwa si penafsir menuntun kesimpulan-kesimpulannya dari teks Alkitab. Yang paling berbahaya adalah pendekatan terhadap Alkitab adalah eisegesis, dimana penafsiran sebuah nas Kitab suci berdasarkan pada sebuah pembacaan subyektif dan tanpa analisa. Kata eisegesis secara hurufiah berarti "menuntun masuk kedalam," yang bermakna bahwa penafsir memasukan ide-idenya sendiri kedalam teks, menjadikan teks tersebut bermakna apapun yang dia maui. Eisegesis adalah sebuah kesalahan dalam menangani teks dan kerapkali menuntun kepada sebuah kesalahan penafsiran. Tetapi eksegesis dikaitkan dengan menemukan kebenaran makna dari sebuah teks, memperhatikan seksama tata bahasa, sintaks dan latar belakang, sintaks (cara bagaimana elemen-elemen linguistik (sebagai kata-kata) dirangkai untuk membentuk kalimat anak anak kalimat). Eisegesis hanya dikaitkan dengan membuat sebuah poin atau maksud, bahkan dengan mengorbankan makna dari kata-kata.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa hermeneutika merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan  :

  1.  Hermeneutika menjadi jembatan bagi jurang antara penulis Alkitab dan penafsir modern.
Jurang bahasa: Perjanjian Lama (PL) ditulis dalam bahasa Ibrani (plus sedikit Aramik) dan Perjanjian Baru (PB) dalam bahasa Yunani. Contoh: Matius 26:41 dan Yakobus 1:2.
Jurang budaya: PL ditulis dalam budaya Israel kuno, Mesopotamia, Mesir, dll., sedangkan PB dalam budaya Yunani-Romawi. Contoh: Yohanes 10:4; Markus 14:13.
Jurang historis: beberapa teks sulit dipahami seandainya penafsir tidak mengetahui latar belakang historis suatu peristiwa. Contoh: Lukas 2:1-4; Kisah Para Rasul 1:6.
Jurang geografis: pengenalan tentang situasi khusus Palestina sangat membantu dalam penafsiran. Contoh: Kisah Para Rasul 10:9 'on the roof'; Lukas 10:30.

  2.  Hermeneutika menjadi pedoman dan tolak ukur kebenaran suatu tafsiran.
Mayoritas bidat (ajaran sesat) tetap memakai Alkitab, tetapi penafsiran mereka tidak sesuai dengan maksud mula-mula penulis Alkitab. Isu pokok tidak terletak pada apakah seseorang memakai Alkitab, tetapi apakah orang tersebut memakai Alkitab secara tepat.
Mereka yang anti-teologi dan menganggap tafsiran mereka berasal dari ROH KUDUS memiliki tafsiran yang sangat subjektif dan kadangkala saling berkontradiksi.

►  Prinsip Umum Hermeneutika

  1.  Penafsiran Secara Literal
Adalah penafsiran berdasarkan arti yang benar untuk kata-kata dalam Alkitab. Biasanya para penulis Kitab menggunakan kata-kata yang sesuai dengan arti yang biasa. Jadi, kita dapat menganggap bahwa kata-kata dalam Alkitab mempunyai arti yang biasa, kecuali konteks memaksa kata-kata itu mempunyai arti yang luar biasa. Namun demikian, satu kata dapat mempunyai lebih dari satu arti. Karena itu kita perlu mengikuti langkah-langkah untuk menentukan arti yang benar : Carilah arti kata dalam kamus dan catatlah kemungkinan-kemungkinan arti dari kata tersebut.
Pelajari kata tersebut dalam konteks dekat.
Kalau artinya belum jelas, pakailah konkordansi untuk mempelajari pemakaian kata tersebut dalam konteks jauh.
Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain.
Bila artinya masih kurang jelas, pakailah prinsip khusus untuk kata-kata kiasan.

  2.  Penafsiran kontekstual.
Kata "konteks" berasal; dari dua kata bahasa Latin "con" yang berarti "bersama-sama atau menjadi satu dan texere/text/textus yang berarti "tersusun, rajutan". Jadi kata "konteks" disini dipakai untuk menunjukkan hubungan yang menyatukan bagian Alkitab yang ingin ditafsir dengan sebagian atau seluruh Alkitab. Analisa konteks menuntut suatu kata atau ayat harus dipahami dalam kaitan dengan ayat/perikop/pasal yang lain. Dengan kata lain, seorang penafsir tidak boleh mencomot ayat sembarangan.
  a. Konteks Dekat:
Ketika kita mulai menyelidiki Galatia 1:6 misalnya, JANGAN terlalu berkutat pada ayat 6 saja, tetapi juga pada ayat sebelum dan sesudahnya. Itu yang disebut sebagai konteks dekat. Bacalah Alkitab seperti kita membaca surat kabar, majalah, atau buku pelajaran. Artinya, jika kita kurang jelas mengerti satu kalimat, maka akan dijelaskan pada kalimat berikutnya atau bahkan kalimat terakhir. Kembali ke contoh, apa yang dimaksud dengan "injil lain" di Galatia 1:6? Mudah saja, baca ayat berikutnya, di ayat 7, karena di situ dijelaskan bahwa injil lain itu bukan Injil KRISTUS, bahkan injil lain itu hendak memutarbalikkan Injil KRISTUS! Kadang, Paulus tidak menjelaskan satu kata di ayat tertentu di pasal tertentu pada ayat berikutnya, tetapi pada pasal berikutnya. Itulah sebabnya, di titik awal, saya menyuruh para penafsir Alkitab untuk membaca satu kitab yang hendak ditafsirkan itu secara keseluruhan, agar kita tidak kehilangan maksud penulis Alkitab itu.
  b.  Konteks Jauh:
Teks yang akan diselidiki tidak hanya perlu diperhatikan dari konteks dekat (ayat sebelum dan sesudahnya), tetapi juga perlu diperhatikan dari konteks jauh. Artinya, ketika kita menyelidiki satu kata yang ditulis di dalam Surat Efesus yang ditulis oleh Rasul Paulus, maka kita perlu menyelidiki kata yang sama yang terdapat di dalam surat-surat Paulus lainnya, entah itu Roma, Korintus, Filipi, Kolose, dll, sehingga kita mendapatkan pengertian yang jauh lebih kaya. Selain surat-surat dengan penulis yang sama, kita perlu juga memperhatikan surat-surat lain yang ditulis oleh penulis yang berbeda. Dan terutama dan terpenting, kita harus kembali kepada pengajaran TUHAN YESUS KRISTUS sendiri.

Misalnya, apa arti ALLAH memilih kita sebelum dunia dijadikan di Efesus 1:4? Di Surat Efesus, Paulus tidak terlalu jelas menguraikan makna predestinasi ini, sedangkan di Surat Roma, ia sangat jelas menguraikannya : Roma 8:29-30. Tidak cukup hanya di situ, di Roma 9, dengan gamblang dan detail Paulus menguraikan bahwa ALLAH yang memilih manusia juga adalah ALLAH yang tentu saja menolak beberapa sisanya. Di Roma 9:13, Paulus mengungkapkannya dengan jelas, "AKU mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." (bdk. Maleakhi 1:2-3). Dari prinsip ini, kita belajar bahwa predestinasi ALLAH juga mencakup reprobasi (penolakan) ALLAH.

Bagaimana dengan pengajaran Rasul Petrus? Di dalam 1 Petrus 1:2, Rasul Petrus menjelaskan bahwa orang Kristen adalah, "yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana ALLAH, BAPA kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-NYA." Di sini, peran ALLAH Trinitas ditekankan oleh Petrus di dalam proses pemilihan ALLAH kepada beberapa orang. Yang terpenting dari semua, TUHAN YESUS sendiri yang mengajar dengan jelas, "Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi AKUlah yang memilih kamu. Dan AKU telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada BAPA dalam nama-KU, diberikan-NYA kepadamu." (Yohanes 15:16) Pemilihan ALLAH pada beberapa manusia dilakukan dengan menarik umat pilihan-NYA dan membawa mereka kepada KRISTUS. TUHAN YESUS mengatakan hal ini sebanyak dua kali di dalam Yohanes 6: "Semua yang diberikan BAPA kepada-KU akan datang kepada-KU, dan barangsiapa datang kepada-KU, ia tidak akan KU-buang." (Yohanes 6:37) dan "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-KU, jikalau ia tidak ditarik oleh BAPA yang mengutus AKU, dan ia akan KUbangkitkan pada akhir zaman." (Yohanes 6:44)

  3.  Penafsiran Historis-Kultural.
Analisa historis-kultural menuntut penafsir mengetahui sejarah maupun budaya pada jaman Alkitab yang melatar-belakangi suatu teks. Contoh: apakah signifikasi Kejadian 1 bagi bangsa Israel waktu itu yang ada di padang gurun? Mengapa orang Samaria belum penuh ROH KUDUS (Kisah Para Rasul 8:14-16)? Mengapa TUHAN YESUS perlu memberikan penglihatan kepada Kornelius dan Petrus di Kisah Para Rasul 10:1-23? Analisa ini mencakup dimensi yang luas. Yakni latar belakang dari apa yang ditulis dalam kitab, tempat/daerah dimana kitab tersebut ditulis, tempat/daerah pembaca pertama. Dalam analisa ini terdapat beberapa hal penting:
  a.  Unsur-unsur Geografis
Dalam pengumpulan data geografis, seorang penafsir dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengerti kitab yang akan ditafsir. Beberapa catatan: berapa jauh jarak dari Mesir ke tanah perjanjian Palestina? Berapa jarak yang ditempuh nabi Elia dari gunung Karmel lewat jalan yang menuju Yizreel sampai Bersyeba? (I Raja-raja 18-19).
  b.  Unsur Waktu
Unsur waktu merupakan salah satu unsur yang penting dan perlu diperhatikan penafsir. Kitab Daniel pasal 1-6 sebenarnya mencakup masa tiga raja yang cukup lama. Perhatikan unsur waktu ini dari surat-surat rasul Paulus:
I Korintus 15:9, "Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul…"
Efesus 3:8, "Kepadaku, yang paling hina diantara segala orang kudus…"
I Timotius 1:15, "…KRISTUS YESUS datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa dan diantara mereka akulah yang paling berdosa." Rupanya pengenalan Paulus akan ALLAH dari hari ke hari semakin dalam dan membuatnya semakin rendah hati.
  c.  Unsur Politik & Ekonomi
Unsur ini perlu diperhatikan di dalam menafsir. Terutama dalam menafsir keempat kitab Injil. Karena situasi sosial ekonomi pada masa itu, bangsa Yahudi sedang berada dalam penjajahan bangsa Romawi. TUHAN YESUS hidup dalam masa penjajahan mereka.

  4.  Penafsiran Teologis.
Penafsiran ini didasarkan pada keyakinan bahwa seluruh Alkitab adalah karya ALLAH, sehingga saling menjelaskan dan tidak ada bagian-bagian yang berkontradiksi. Penafsiran suatu ayat tidak boleh bertentangan dengan ayat yang lain.
Contoh: Filipi 2:12b. Perhatikan ungkapan "kerjakanlah keselamatanmu". Apakah keselamatan itu pekerjaan manusia? Tidak !!! Bukan bekerja untuk selamat, melainkan mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima dari TUHAN YESUS melalui iman sehingga kita menjadi orang selamat yang bermutu (berkualitas). Paulus sedang menjelaskan bagaimana seseorang itu dapat mencapai kedewasaan. Calvin berkata bahwa kata 'keselamatan' disini artinya adalah "seluruh jalan panggilan kita". Jadi disini kata 'keselamatan' itu mempunyai arti yang berbeda dari biasanya. Di sini, 'keselamatan' itu mencakup daerah mulai saat kita percaya sampai saat kita masuk surga. Kata 'kerjakan' (ay 12) dalam bahasa Yunaninya adalah KATERGAZESTHE, yang berasal dari kata kerja yang berarti 'to bring to completion' (= menyelesaikan). Jadi, 'kerjakan keselamatanmu' berarti: dalam jalan saudara ikut TUHAN YESUS KRISTUS, jangan berhenti di tengah jalan !!! Ikutlah terus sampai akhir !!!

  5.  Penafsiran Gramatikal (tata bahasa).
Analisa gramatikal menuntut suatu kata dipahami berdasarkan bahasa asli Alkitab. Bagi jemaat awam pemahaman bahasa asli bisa diganti dengan perbandingan berbagai versi Alkitab.
Contoh: Perhatikan kata "memandang" dan "menginginkan" dalam Matius 5:28. Dari ayat ini seakan-akan memberi kesan bahwa kita tidak boleh melihat wanita dan menghendakinya, apakah benar demikian? Kata "memandang" dari kata Yunani "blepō " ditulis dalam bentuk waktu present participle (blepon) yang memiliki arti "melihat dengan teliti", yaitu seseorang yang terus menerus melihat. Sedangkan kata "menginginkannya" (Yun: epithumia) : dari kata 'epi'berarti "melebihi" dan kata 'thumos' yang memiliki arti "nafsu birahi". Jadi ungkapan berarti nafsu birahi yang berlebihan. Keinginan yang menyala-nyala terhadap lawan jenis yang melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh ALLAH untuk suatu hubungan seksual.

Efesus 5:18 mengatakan, "hendaklah kamu penuh dengan Roh". Frasa 'penuh dengan Roh' ditulis dalam bentuk kata kerja pasif: menunjukkan ROH KUDUS yang mengontrol; kata kerja imperative: ini berarti setiap orang Kristen HARUS dipenuhi ROH KUDUS, terus menerus mau taat, dituntut (perintah untuk dilaksanakan: ketaatan kita) atau dicari oleh setiap orang percaya; kata kerja present, bukan bentuk aorist (masa lampau): berarti dipenuhi oleh ROH KUDUS merupakan suatu kegiatan yang harus terjadi secara terus menerus, berulangkali harus terjadi; dan yang harus dipenuhi "semua orang Kristen" karena ditulis dalam bentuk jamak "kamu". Jadi, Penuh ROH KUDUS berkaitan dengan kuasa ALLAH yang harus mendominasikan hidup orang percaya.

  6.  Penafsiran Lexical (Semantik/Lexicon/Arti Kata)
Analisa lexical mengajarkan bahwa suatu kata memiliki arti tertentu dalam konteks tertentu. Penafsir bukan hanya dituntut mengetahui keberagaman arti suatu kata, tetapi arti kata tersebut dalam konteks tertentu atau menurut penulis tertentu. Kata adalah unit terkecil dalam kalimat. Di dalam Filipi 4:3 tertera kata "Sunsugos". Jika diselidiki artinya berarti "teman sepenanggung kuk" (terjemahan LAI: temanku yang setia). Jadi kata ini boleh dipakai untuk nama seorang teman Paulus atau secara artinya "temanku yang setia". Kata "Kasih" yang tertulis dalam Alkitab LAI, sebenarnya bila diselidiki dari bahasa asli Alkitab, bahasa Yunani, kata itu ditulis dalam beberapa kata yang berbeda artinya, yaitu Agape, Phileo dan Eros. Ketiga kata tersebut mempunyai arti yang tidak sama. Agape menunjuk kepada kasih KRISTUS, kasih yang berkorban tanpa pamrih. Phileo menunjuk pada kasih persaudaraan, sementara eros adalah ekspresi kasih kepada lawan jenis.

Selidiki ayat-ayat berikut (Lukas 1:15,41,67; 4:1; Kisah Para Rasul 4:8; 7:55; 9:17; 13:9), lalu analisa apakah "penuh ROH KUDUS" menurut Lukas harus berbahasa roh? Efesus 5:18 mengatakan, "hendaklah kamu penuh dengan Roh". Kata 'penuh' tidak ada hubungannya dengan isi atau kuantitas, seolah-olah kita adalah bejana kosong yang memerlukan bahan bakar rohani agar dapat terus menyala. Ini tidak ada hubungannya dengan pengalaman religius atau dengan perasaan. Kata 'penuh' (Yunani: pleroo) berarti 'dikuasai oleh'. ROH KUDUS memenuhi orang percaya artinya 'ROH KUDUS menguasai atau mengontrol secara total hidup seorang beriman'.

►  Kesimpulan
Berkhotbah memang tidak mudah. Berkhotbah bukan asal berbicara. Berkhotbah memiliki hubungan yang erat dengan Alkitab. Alkitab itu diilhamkan atau dinafaskan ALLAH (2 Timotius 3:16; bdk.2 Petrus 1:20-21). Berkhotbah menuntut sebuah tanggungjawab, baik di hadapan ALLAH maupun di hadapan jemaat. Karena itu, ingatlah, ketika menafsirkan firman ALLAH, yang dicari bukan apa menurut kita maksudkan dari ayat firman ALLAH itu, tetapi apa sebenarnya arti ayat itu ketika pembicara pertama menyampaikan perkataan itu kepada penerima tulisan itu. Inilah tugas para penafsir firman ALLAH. Selidikilah Alkitab dengan seksama dan dengan sikap kerendahan hati dan berdoa !!!

Sangat disarankan agar setiap hamba TUHAN yang ingin lebih baik lagi dalam berkotbah agar tidak merasa puas diri dengan keadaan masing-masing. Carilah pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai cara menafsirkan Alkitab yang benar, Amin.
Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

Toleransi

Tahun 638 Masehi, ketika Khalifah Umar dipandu menyusuri Yerusalem oleh Patriarch Sophoronius, Sang Khalifah menolak untuk menunaikan shalat di Anastasis; yang dipercaya sebagai  tempat kematian dan kebangkitan Kristus. Ia khawatir, jika ia salat di sana, kaum Muslim akan mengubahnya menjadi tempat peribadatan Islam.

Tidak hanya itu. Quran adalah kitab suci yang sangat menonjol dalam mengakui keabsahan agama-agama lain. Di bawah kejayaan Islam, orang Yahudi dan Nasrani dilindungi sebagai ahli kitab dan diberi kebebasan (relatif) untuk menjalankan agamanya.

"Sekali menyerah," tulis Karen Amstrong, "tak ada pembunuhan, tak ada perusakan properti, tak ada pembakaran simbol agama lain, tak ada pengusiran atau perampasan, dan tak ada usaha memaksa penduduk setempat untuk memeluk Islam." Ditambahkan oleh Montgomary Watt, "Secara keseluruhan, lebih banyak toleransi yang lebih jujur (genuine) bagi non-Muslim di bawah Islam, ketimbang bagi non-Kristen di bawah Kristen pada zaman pertengahan."

Kedamaian memang tidak selamanya mewarnai sejarah Islam, tapi setidaknya ada monumen pencapaian. Semenanjung Iberia sering dirujuk sejarawan sebagai pusat teladan. Kedamaian Cordoba menarik orang-orang dari latar multikultur dan menjadi melting pot bagi seni dan kerajinan, ragam bahasa, budaya, filsafat, dan tradisi keagamaan. Raja Al-Hakam II terkenal sebagai patron para penyair, penulis, dan penari. Toledo dikenal sebagai kota tiga budaya, sebagai kristalisasi perjumpaan damai dari tiga agama (Islam, Kristen, Yahudi).

Namun, hari ini, warisan luhur seperti itu lebih sering digunakan kalangan Islam sebagai alasan untuk menyudutkan lawan ketimbang sebagai sumber inspirasi untuk mempertahankan toleransi Islam. "Sekalipun sejarah Islam menunjukan toleransi yang kuat," ujar Trevor Mostyn (2002), "Islam politik belakangan cenderung menolak toleransi."

Di bawah politisasi agama oleh Islam politik, "pedang Tuhan" tidak hanya mengancam kebebasan orang/kelompok agama yang berbeda, melainkan juga sesama penganut Islam sendiri.

Dalam dua dekade terakhir, dunia mencatat beberapa landmark dari aksi-aksi kekerasan dan pembungkaman kebebasan di dunia muslim. Terjepit di antara kekerasan negara, kekerasan pasar, dan kekerasan kelompok keagamaan, membuat watak sejati Islam kehilangan ekspresinya.

Dalam bayangan murung seperti itu, Indonesia banyak dipuji dunia sebagai  komunitas Muslim yang paling menjanjikan. Dalam belasan tahun terakhir, represi negara terhadap kebebasan sipil dan politik berkurang secara drastis. Namun ancaman baru muncul berupa kekerasan dan fanatisisme kelompok-kelompok "sipil" (yang sebenarnya uncivil).

Di sini terbukti, masyarakat sipil tidaklah homogen seperti yang dibayangkan. Melainkan menjadi pertarungan di antara kelompok-kelompok ideologis yang berlawanan. Jika kata civil society itu merujuk pada istilah "societas civilis" yang menjunjung tinggi keadaban, maka benarlah pandangan para pemikir pencerahan bahwa kata civil society tidaklah diperhadapkan dengan "negara", melainkan dengan "fanatisisme". Fanatisisme adalah paham yang melakukan penolakan terhadap representasi. Bentuk paling eksplisit dari penolakan tersebut adalah ikonoklasme: kebencian dan perusakan terhadap ikon dan citra.

Dalam seni, fanatisisme menolak representasi dengan melamurkan pandangan terhadap adanya "aesthetic gap" yang memisahkan realitas sungguhan dengan realitas rekaan sebagai karya seni. Padahal, interes seni terletak pada fakta bahwa tak ada aturan yang tetap dan diterima secara umum yang menghubungkan realitas yang direpresentasikan dengan representasi karya seni. Dengan menolak prinsip representasi yang memungkinkan seniman mengembangkan interpretasi dan rekaan, fanatisisme telah membunuh kreativitas imajinatif sebagai nyawa kesenian.

Dalam politik, fanatisisme menolak representasi dengan mengabaikan adanya "ruang antara" yang memungkinkan interpretasi manusiawi, antara "kota Tuhan" dan "kota duniawi", antara agama dan negara, antara teks-teks kitab suci dan konteks-konteks yang spesifik, antara rakyat dan lembaga-lembaga perwakilan. Dengan menolak prinsip representasi dalam politik, fanatisisme menghadirkan Tuhan dalam wajah yang bengis, membunuh akal pikiran, membungkam perbedaan pendapat, dan memaksakan hukum besi.

Fanatisme, yang lahir dari ketidakpercayaan diri untuk menghadapi perbedaan pikiran, merendahkan kemuliaan bani Adam. Kebebasan berekspresi (al-hurriyah al-ra'y wa al-ta'bir) merupakan unsur konstitutif kemuliaan itu. Al-Quran menyatakan bahwa martabat dan hak asasi manusia harus dijunjung tinggi: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak adam" (Q.S. 17: 70). Dengan begitu, menjaga martabat manusia lebih penting dari semua hambatan rasial, sosial, atau religius yang mengotak-ngotakkan kemanusiaan.

Syariat menjamin kebebasan ekspresi selama itu tidak meluncurkan fitnah, penistaan, penghinaan, dan kebohongan (manipulasi dan distorsi informasi) serta tidak membangkitkan kemerosotan moral (keadaban publik), korupsi, dan permusuhan.

Saatnya menghormati perbedaan.

Sultan Muhammad Al Fatih

Dalam sejarah, Islam pernah menaklukkan benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari Panglima Perang saat itu adalah seorang pemuda yang sangat saleh, berusia 21 tahun, yang bernama Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) . Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun.

Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (Islam keseluruhannya) . Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Kejayaan dan kesuksesan hidup ia telah raih di usia yang begitu muda. Ia-pun dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat keshalehan, keberanian dan kemuliaan akhlaknya. Sebagai jenderal beliau memimpin laskar islam menaklukkan benteng terkuat imperium Byzantium , Konstantinopel. Kota ini diubahnya menjadi kota Istambul. Dari sini beliau menebarkan kasih sayang islam di bumi eropa.

Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau? Ternyata rahasianya beliau sangat kuat shalat malamnya yaitu tahajud. Bukankah Rasulullah saw  SAW menegakkan shalat tahajud sepanjang malam dan setiap hari? Bukankah beliau Rasulullah saw  SAW shalat tahajud merupakan kewajiban yang tak bisa beliau tinggalkan dalam setiap perjuanganya.

Jika anda bertanya, apakah benar Muhammad Al Fatih sudah melakukan tindakan besar yang megubah sejarah peradaban dunia? Ya, dalam sejarah, hal ini tidak aneh. Bukankah sahabat Rasulullah saw  SAW bernama Usamah juga menjadi panglima perang dalam usia 18 tahun. Sementara yang menjadi prajuritnya adalah Umar bin Khatab sahabat Rasulullah saw  SAW yang waktu itu sudah tua. Ini menunjukkan betapa kualitas keimanan dan kekuatan ruhani Usamah menjadi salah satu ukuran yang dipertimbangkan Rasulullah saw  SAW ketika menetapkan Usamah memimpin ekspedisi militer menghadapi kekuatan super power Romawi?

Namun Sang Pedang Malam, orang asia bernama Muhammad Al Fatih merontokkan super power Romawi pada 1453, agak unik. Beliau ahli shalat malam (tahajud), ahli qiyamul lail. Beliau selau kontak dengan energi terbesar di alam semesta ini, Allah SWT. Beliau selalu taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWT, Pemilik dan Penguasa Tunggal Alam semesta.

Sejak kecil  Sultan Muhammad Al Fatih dididik oleh seorang wali. Beliau tumbuh menjadi remaja yang memiliki kepribadian unggul. Beliau jadi Sultan, dalam usia 19 tahun menggantikan sang ayah.

Bagaimana sifat Sultan Muhammad Al Fatih sehingga beliau mampu memetik keberhasilan dalam hidupnya dengan sangat efektif, merebut benteng Konstantinopel yang kokoh itu. “sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri (self control) yang luar biasa. Kemampuanya dalam memimpin dan mengatur pemerintahan sangat menonjol.”

Sultan Muhammad Al Fatih sangat tegas terhadap musuh. Namun, lembut qolbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al Fatih, unik. Beliau selalu berkeliling di malam hari, memeriksa kondisi teman dan rakyatnya. Sengaja beliau berkeliling untuk memastikan agar rakyat dan kawan-kawanya menegakkan shalat malam dan qiyamullail.

Qiyamul lail, shalat tahajud, inilah senjata utama Muhammad Al Fatih dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Inilah Pedang Malam, yang selalu diasahnya dengan tulus ikhlas dan khusuk, ditegakkan setiap malam. Dengan pedang malam ini timbul energi yang luar biasa dari pasukan Muhammad Al Fatih. Sjarah mencatat Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun berhasil menggapai sukses besar, menerobos benteng Konstantinopel, setelah dikepung beberapa bulan maka takluklah Konstantinopel.

Suatu hari timbul soal ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu.

“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri ! lalu Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri.

Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan shalat wajin lima waktu, silakan duduk!!” Subhanalloh……!!! Maha suci Allah ! tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Apa artinya? Itu berarti, tentara islam pimpinan Muhammad Al Fatih sejak masa remaja mereka hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan shalat fardhu. Tak sekalipun mereka melalaikan shalat fardhu. Luar biasa…..!!!!! !

Lalu Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk!!!”. Sebagian lainya segera duduk. Artinya, pasuka islam sejak remaja mereka ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan shalat sunah setelah maghrib, dua roka’at sebelu shubuh dan shalat rowatib lainaya. Namun ada yang pernah meninggalkanya. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim sungguh bernilai tinggi, sungguh jujur, pasukan islam Al Fatih.

Dengan mengedarkan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya Muammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!!”

Apa yang terjadi…???? Terlukislah pemandangan yang menakjubkan sejarawan barat dan timur. Semua yang hadir dengan cepat duduk!!” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia??? dialah, Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk benteng super power Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang pantas menjadi imam shalat jumat hari itu. Karena hanya Al Fatih seorang yang sejak remaja selalu mengisi butir-butir malam sunyinya dengan bersujud kepada Allah SWT, tidak pernah kosong/absen semalampun.

Dalam sejarah ditulis, bahwa pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur'an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Subhana Wa Ta'ala.

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Mereka memperbanyak shalat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.

Sejak abad kedelapan sahabat Rasulullah saw  berusaha merebut benteng ini. Salah satunya Abu Ayyub Al Anshari namun gagal. Baru setelah enam abad kemudian benteng itu berhasil direbut dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih.Karena jasanya inilah beliau diberi gelar Al Fatih (sang pembuka) yaitu membuka kota Byzantium yang dulunya adalah Konstantinopel. Beliau adalah seorang pemberani, ahli strategi militer, juga istiqomah dalam shalat tahajudnya.

Itulah sebuah kisah sejarah yang sungguh indah dalam bungkai ketakwaan kepada Allah SWT. Kisah Pedang Malam yang merupakan rahasia sukses dari seorang pribadi penggubah sejarah, bernama Muhammad Al Fatih, orang asia asal Turki, yang baru berusia 21 tahun. Shalat Tahajud merupakan modal yang sangat penting untuk membangun kekuatan ruhiyah dalam kesuksesan Al Fatih dikemudian hari. Sehingga islam jaya, berpendar-pendar cahayanya selama 500 tahun di bumi eropa sejak abad ke-15. Semuanya berasal dari Pedang Malam Al Fatih yang amat begitu luar biasa.

Keberadaan Muhammad Al-Fatih telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Dalam hadist lain diriwayatkan, :”Aku mendengar baginda Rasulullah S.A.W mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut & aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda" (Abu Ayyub al-Anshari).

Tuesday, January 3, 2017

Jan Koum

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.

Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Dunia Perempuan : J.K.Rowling

Tak perlu diragukan lagi bahwa J.K. Rowling adalah salah satu penulis paling populer abad ini. Seri Harry Potter yang ditulis olehnya adalah fenomena. Meski diselimuti kontroversi karena alasan politik dan agama, Harry Potter akhirnya muncul sebagai salah satu karya paling sukses dalam sastra modern.

Harry Potter mencapai puncak popularitas dan mendapat pengakuan internasional untuk penulisnya.

Dan berikut fakta-fakta menarik tentang kehidupan J.K. Rowling.

1. Joanne “Jo” Rowling adalah seorang penulis Inggris yang menulis dengan nama pena J.K. Rowling. Selain novel Harry Potter, ia juga terkenal karena kisah hidupnya yang beranjak dari kemiskinan sebelum akhirnya mencapai segala kesuksesan.

2. Menariknya, dalam buku Harry Potter pertama ia menggunakan nama Joanne Rowling setelah penerbitnya, Bloomsbury, memintanya untuk menggunakan inisialnya, bukan nama depannya. Penerbit khawatir anak-anak muda mungkin tidak akan membeli buku yang ditulis oleh seorang perempuan. Rowling tidak punya nama tengah dan huruf ‘K’ dalam namanya diambil dari nama nenek dari pihak ayahnya, Kathleen. Dan inilah asal nama J.K. Rowling.

3. Joanne Rowling lahir pada tanggal 31 Juli 1965 di Yate, Gloucestershire, Inggris, dari pasangan Peter James Rowling dan Anne Rowling. Ia memiliki adik perempuan yang dua tahun lebih muda darinya. Dalam beberapa tahun dari kelahirannya, keluarga Rowling pindah ke sebuah desa bernama Winterbourne.

4. Selama masa kanak-kanak, Rowling selalu tertarik untuk menulis cerita fantasi. Ia biasa membacakan cerita untuk adiknya. Cerita pertama yang ditulisnya adalah tentang kelinci yang mendapat campak dan dikunjungi teman-teman yang berbeda.

5. Rowling adalah murid St. Michael’s Primary School. Ketika berusia 9 tahun, ia pindah ke Tutshill, sebuah desa dekat Chepstow, South Wales. Selama masa remaja awal, bibi Rowling memberinya salinan otobiografi tua karya Jessica Mitford, Hons and Rebels. Setelah membaca buku ini, Rowling mengidolakan Mitford dan membaca semua buku-bukunya.

6. Rowling adalah murid sekolah menengah Wyedean School and College. Setelah mendapat gelar BA dalam bahasa Prancis dan Klasik di Universitas Exeter, ia melanjutkan studi satu tahun di Paris. Rowling kemudian pindah ke London dan bekerja sebagai peneliti dan sekretaris bilingual untuk Amnesty International.

7. Bagaimana ide ‘Harry Potter’ datang kepadanya? J.K. Rowling mengatakan bahwa ide cerita ini menghampirinya saat ia sedang melakukan perjalanan dengan kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Ide tentang seorang anak yang mengikuti sekolah sihir datang ke pikirannya selama perjalanan kereta ini. Ketika mencapai tujuan, Rowling mulai menuliskannya.

8. Rowling mengklaim bahwa kepala sekolah di sekolah dasarnya adalah inspirasi di belakang karakter Albus Dumbledore dalam Harry Potter.

9. Hermione, tokoh lain yang terkenal dalam Harry Potter, didasarkan pada dirinya sendiri. Menurut Rowling, penampilan Hermione menyerupai dirinya di masa remaja.

10. Karakter Ron Weasley memiliki sedikit kemiripan dengan teman Joanne, Sean Harris.

11. Kematian ibunya pada Desember 1990 sangat berdampak pada tulisan Joanne. Saat itulah ia menuliskan detail kehilangan yang menimpa Harry dalam buku pertama seri Harry Potter.

12. Selama masa-masa sulit dalam hidup Rowling setelah berpisah dari suaminya, ketika ia depresi, pikiran tentang penyakitnya mendatangkan inspirasi tentang Dementor, makhluk tanpa jiwa dalam Harry Potter.

13. Kemudian, Rowling pindah ke Porto, Portugal, dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris.

14. Pada tahun 1992, Rowling menikah dengan Jorge Arantes, seorang jurnalis televisi di Portugal. Mereka memiliki seorang anak perempuan pada bulan Juli 1993 dan pada bulan November di tahun yang sama, mereka berpisah.

15. Bersama putri kecilnya, Jessica, Rowling pindah ke Edinburgh, Skotlandia. Di sana ia melalui masa-masa sulit, didiagnosis menderita depresi dan bahkan berpikir tentang bunuh diri.

16. Rowling menganggur dan hidup dari ‘state benefit,’ yakni sejumlah uang yang diberikan pemerintah pada orang-orang miskin, sakit, atau menganggur. Ia harus merawat bayinya dan juga menulis. Dalam perjuangan berat ini, Rowling sendirian. Ia harus meluangkan waktu untuk menulis ketika bayinya sedang tidur. Untuk membuat bayinya tertidur, Rowling biasa membawanya ke luar dan duduk di kafe untuk menyelesaikan novelnya.

17. Rowling menyelesaikan novel pertamanya dengan duduk di kafe-kafe yang berbeda. Mungkin, salah satu kafe yang paling sering ia kunjungi adalah Nicholson’s Cafe.

18. Pada tahun 2001, Rowling menikah dengan Neil Michael Murray. Mereka memiliki seorang putra pada tahun 2003 dan seorang putri pada tahun 2005. Di sekitar waktu yang sama, ia mulai mengerjakan novel Harry Potter and the Half-Blood Prince. Ia mendedikasikan buku ini untuk putrinya.

19. Bahkan setelah selesainya buku pertamanya, kesuksesan tidak datang dengan mudah. Karyanya itu ditolak oleh banyak penerbit sampai editor Barry Cunningham dari Bloomsbury menerima tulisannya. Sebenarnya, putri Cunningham yang berusia delapan tahunlah yang diberi bab pertama buku Rowling untuk dibaca.

Setelah membaca yang pertama, putri Cunningham meminta yang berikutnya, yang membuat Cunningham memutuskan untuk menerbitkan karya Rowling. Tidak ada yang menyangka respon apa yang akan didapat Rowling dari tulisannya, tetapi dari sinilah kisah kesuksesan Rowling dimulai.

Ida Bagus Mantra

Ida Bagus Mantra lahir pada tanggal 8 Mei 1928. Ayahnya; Ida Bagus Rai adalah seorang Pedanda (Pendeta Hindu) di Gria Kedaton. Suasana spiritual di dalam Gria tersebut membentuk identitas dan jati diri Ida Bagus Mantra kecil tumbuh sebagai pribadi santun yang religius. Dalam perjalanan hidupnya Ida Bagus Mantra, mendalami sastra Timur di AMS (Algemene Middelbare School) Makassar (1947-1949), kemudian melanjutkan studinya di Visva Bharati University Santiniketan West Bengal, India; perguruan tinggi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Gelar masternya diraih tahun 1954 sedangkan gelar doktor ia sandang pada tahun 1957 dengan desertasi yang berjudul “Hindu Literature and Religion in Indonesia”.

Ida Bagus Mantra adalah tokoh di balik berdirinya Fakultas Sastra Udayana Cabang Universitas Airlangga Surabaya yang diresmikan tanggal 29 September 1958. Fakultas Sastra Udayana tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi dan motivasi di dalam menggali, mengajegkan, dan mempertahankan kebudayaan Bali.

Pada tahun 1962-1964 Prof. Dr. Ida Bagus Mantra diangkat sebagai Dekan Fakultas Sastra, di samping ikut serta secara aktif membidani Universitas Udayana Denpasar. Karenanyalah ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Udayana yang pertama (1964-1968), di mana “Kebudayaan” dijadikan ciri utama Pola Ilmiah Pokok pada Universitas Udayana Denpasar.

Selanjutnya Ida Bagus Mantra juga menggagas terbentuknya Maha Widya Bhawana Institut Hindu Dharma (IHD) pada tanggal 3 Oktober 1963, yang sekarang menjadi Universitas Hindu Indonesia Denpasar.

Di samping itu, Ida Bagus Mantra juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Parisadha Hindu Dharma Bali, pada tanggal 23 Pebruari 1959 dalam pertemuan di Fakultas Sastra Udayana, yang merupakan cikal bakal dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia sebagai lembaga majelis tertinggi umat Hindu di Indonesia. Melihat dedikasinya pada dunia pendidikan yang luar biasa, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, kemudian dipercaya oleh pemerintah menjabat sebagai Direktur Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam kurun waktu sepuluh tahun (1968-1978).

Selama dasawarsa kepemimpinannya sebagai Direktur Jendral Kebudayaan, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, menunjukkan kiprah nyatanya bagi Bali dalam banyak hal, seperti; pembangunan, renovasi pura, antara lain Pura Besakih, Pura Pulaki dan sebagainya; dan kemudian membangun pusat-pusat aktivitas budaya, seperti pembangunan Taman Budaya Denpasar (Art Center Denpasar), pembangunan sasana budaya dibeberapa kabupaten seperti Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, dan sebagainya; juga menggali, mengayakan, seni-budaya yang hampir punah maupun yang masih berkembang dalam masyarakat; berikut menggiatkan pembangunan dan rehabilitasi museum dan kepurbakalaan.

Kepemimpinannya yang mengagumkan, akhirnya mengusung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menduduki jabatan Gubernur Bali. Pada tahun pertama perioda jabatannya, tepatnya tahun 1978 Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sebagai Gubernur Bali, menggulirkan kebijakaan menetapkan Kebudayaan Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai Hindu ditetapkan sebagai Modal dasar Pembangunan Daerah Bali. Kemudian mencanangkan program Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diselenggarakan sebulan penuh setiap tahunnya dengan acara pesta kolosal seni-budaya Bali dan pameran hasil karya seniman termasuk hasil industri kerajinan rakyat, yang terus menjadi sebuah tradisi tahunan di Bali sampai saat ini.

Sebagai Gubernur Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, secara nyata-nyata mengejawantahkan falsafah kearifan lokal Tri Hita Karana dalam pembangunan di Bali. Implementasi dari filsafat itu tampak terwujud dalam pembangunan kantor atau gedung –gedung di Bali yang ditata dengan konsep dan bentuk bernuansa arsitektur Bali dan juga memberlakukan ketetapan pembangunan gedung-gedung kantor, hotel dan sebagainya tidak boleh melebihi ketinggian pohon kelapa.

Adapun hal-hal yang menyangkut kebijakannya sebagai Gubernur lainnya adalah tentang pengembangan pariwisata yang berwawasan budaya Bali, lomba desa adat dan lomba subak se-Bali, dan menempatkan desa adat/pakraman sebagai lembaga tradisional yang bernuansa spiritual dan budaya sebagai lembaga yang sentral dan strategis di dalam mengonsepsikan dan mengaktifkan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Kebijaksanaan tersebut diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 06 Tahun 1986 tentang Kedudukan, Fungsi dan Peranan Desa Adat yang keberadaannya memiliki landasan yuridis.

Di samping itu, gubernur visioner ini juga mengeluarkan kebijaksanaan berupa Perda yang menggarisbawahi eksistensi LPD di Bali, dengan menyebut LPD sebagai suatu Badan Usaha Simpan Pinjam yang dimiliki oleh desa adat yang  berfungsi dan bertujuan utama untuk mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui tabungan yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. Yang berarti Perda tersebut menyatakan bahwa desa adat ditetapkan sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pengelola LPD. Dengan perkataan lain, LPD mempunyai peran sebagai lembaga yang berperan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi kerakyatan, di samping LPD sebagai sumber pendapatan asli desa adat, karena di dalam perda tersebut ditetapkan 20% dari keuntungan yang diperoleh LPD diperuntukkan bagi peningkatan keberdayaan desa adat.

Setelah purna tugas sebagai Gubernur Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra diberi kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai Duta Besar Luar Biasa di India untuk masa bhakti tiga tahun (1989-1992).

Setelah masa bhakti sebagai duta besar berakhir dan masa purnabhakti sebagai guru besar sejarah kebudayaan di Fakultas Sastra, Universitas Udayana Denpasar pada tahun 1993. Negara kembali memberikan kepercayaan kepada Ida Bagus Mantra sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) untuk masa bhakti lima tahun (1993-1998).

Pada 10 Juli 1995, Ida Bagus Mantra menutup usia. Namun hingga sampai kini segala dedikasinya pada Bangsa dan Negara tetap dikenang sepanjang masa, khususnya jasanya dalam meletakkan pondasi penting pembangunan dan tatanan kemasyarakatan di Bali mewujudkan Bali yang berbudaya adiluhung ini senantiasa abadi.

Jogja dan sejarah kepahlawanannya

Sejarah Jogja adalah sejarah kepahlawanan. Ada banyak pahlawan negeri ini yang lahir di Jogja dan mempunyai peran besar bagi proses berdirinya Republik Indonesia.

Sebut saja, Sultan Agung. Raja Kerajaan Mataram ini disebut-sebut sebagai raja terbesar kala itu. Pada tahun 1628, Sultan Agung menyerang VOC di Batavia. Namun, naas serangan itu gagal. DIa tidak menyerah. Tahun berikutnya, 1629, Sultan Agung menyerang lagi dengan harapan meraih kemenangan. Sayangnya takdir berkata lain, serangannya kembali menemui kegagalan.

Selanjutnya ada Mangkubumi, yang kemudian bergelar Hamengku Buwono I dan merupakan peletak dasar Jogja. Dia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam strategi berperang dan juga seorang arsitek. Hamengku Buwono I inilah yang meletakkan dasar-dasar filosofi tata ruang dan arsitektur keraton Jogja.

Hamengku Buwono I menghembuskan napas terakhirnya dan meninggal dunia pada tanggal 24 Maret 1792. Karena kegigihannya melawan penjajah asing di masanya, Belanda, Sri Sultan Hamengkubuwono I ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2006.

Selepas Hamengku Buwono I, darah perjuangan tak luntur. Jogja kembali melahirkan para pejuang yang berperang dengan gagah berani bersama rakyat melawan penjajah.

Ada Pangeran Diponegoro. Yang menggelorakan perang Jawa pada tahun 1825 sampai 1830. Perang yang dikenal sebagai Perang Jawa ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara, melibatkan pasukan Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock.

Dari tokoh-tokoh Keraton itulah maka keraton dan kawula Jogja adalah hasil dan simbol perjuangan.

Sejarah Jogja adalah sejarah perjuangan mencerdaskan anak bangsa.

Ada KH Ahmad Dahlan dengan gerakan Muhammadiyahnya yang masih aktif hingga saat ini. Tahun 1912, KH Ahmad Dahlan mulai membangkitkan kesadaran rakyat akan pentingnya pembaharuan Islam dan pendidikan. KH. Ahmad Dahlan mempelopori kebangkitan umat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat.

Selain itu, dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam. Pun lewat Aisyiyah, Muhammadiyah telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.

Ada Wahidin Soedirohusodo. Dialah yang memberikan inspirasi bagi gerakan Boedi Oetomo.  Dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta itu.Yang dikemudian hari ditetapkan oleh pemerintah sebagai penanda kebangkitan nasional.

Ada Ki Hajar Dewantara. Dia adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Dia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Kini, tanggal kelahirannya 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Sejarah Jogja adalah sejarah pertempuran merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Ada pertempuran Kotabaru. Yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 1945. Para pejuang menyerbu markas Jepang di Kotabaru dan berhasil merebut senjata. Yang akhirnya memberikan semangat perjuangan untuk melucuti senjata tentara Jepang. Nama-nama prajurit yang gugur dalam pertempuran ini kemudian diabadikan sebagai nama jalan di Kotabaru.

Ada pertempuran Serangan Umum 1 Maret 1949. Ini adalah serangan yang dilancarkan besar-besaran terhadap kota Yogya. Sebagai penanda dan bukti bahwa Republik Indonesia masih ada. Bahwa republik belum dikalahkan oleh pasukan belanda. Pertempuran ini memperkuat posisi pemerintah Indonesia dalam perundingan internasional.

Sejarah Jogja adalah sejarah penyelamat republik.

Dibawah kepeimpinan Sultan Hamengku Buwono IX, Jogja tampil sebagai penyelamat republik. Hamengku Buwono IX pada awal kemerdekaan mengeluarkan maklumat yang berisi dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia yang baru lahir. Sejarah mencatat bahwa Sultan Hamengku Buwono IX tetap setia pada Indonesia. Dukungan Hamengku Buwono IX begitu total, bahkan sampai urusan finansial.

Tanggal 2 Januari 1946, Hamengku Buwono IX menyarankan kepada Presiden agar Ibukota dipindah ke Jogja. Ini dilakukan karena di Jakarta para pimpinan negara diburu oleh tentara Belanda.

Beberapa hari kemudian Bung Karno, Bung Hatta, serta jajaran petinggi negara lainnya pindah ke Jogja. Pada saat-saat krusial dan genting itulah Jogja hadir untuk menyelamatkan republik.

Sejarah Jogja adalah sejarah kepahlawanan. Masih banyak nama-nama yang menyandang gelar pahlawan dari Jogja, dan lebih banyak lagi yang namanya tidak dikenal namun jasa-jasanya sangat berarti hingga kini.
Jogja Istimewa untuk Indonesia.

Li Ka-Shing

Saat ini Asia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena pertumbuhan ekonomi di Asia saat ini menjadi yang tercepat dibandingkan kawasan lainnya. Asia menjadi rumah bagi para milioner baru yang kaya dan sukses, salah satunya adalah Li Ka-Shing yang merupakan sosok pengusaha terkaya di Asia. Li Ka-Shing adalah seorang warga Hong Kong yang saat ini usianya sudah 84 tahun. Kekayaan yang ia miliki mencapai US$ 29,7 milyar atau sekitar Rp 282 trilyun.
Li Ka-Shing Tokoh Bisnis Terkuat di Asia

Li merupakan salah satu tokoh bisnis terkuat di Asia. Bahkan ia dijuluki ‘Superman’ Asia karena kekuatannya yang sukses dalam banyak transaksi bisnis yang sangat menguntungkan. Saat ini, Li Ka-Shing memiliki 3 perusahaan yaitu Hutchison Whampoa, Cheung Kong, dan Husky Energy. Dia tinggal di kampung halamannya di Hong Kong. Selain itu berkat jumlah kekayaan yang ia miliki, Li juga masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Li memiliki dua orang anak, salah satunya bernama Richard. Richard berada di urutan ke-28 orang terkaya di Hong Kong. Li belum lama ini telah membeli perusahaan gas Wales & West Utilities seniliai US$ 1 milyar pada bulan Oktober lalu di Inggris.

Kisah-Sukses-Li-Ka-Shing, Orang-Terkaya-di-Asia-3
Li Ka-Shing Berhenti Sekolah Saat Berumur 12 Tahun

Dalam sejarah pendidikannya, Li bukanlah seseorang yang lulus sarjana di universitas terkenal. Bahkan, Li tidak pernah menyelesaikan sekolahnya. Ia berhenti sekolah saat berumur 12 tahun karena ia ingin membantu keluarganya. Li terpaksa berhenti sekolah karena memang keluarganya tidak mampu dan tidak punya uang untuk membayar sekolah. Li memulai usahanya dengan membuat mainan. Berkat kegigihannya, ia akhirnya bisa mendirikan perusahaannya sendiri. Perusahaan yang ia buat memang dimulai dari usaha yang kecil sekali. Walaupun Li sudah sukses, ia sangat dermawan dan peduli pada orang lain. Ia mendirikan yayasan Li Ka Shing Foundation. Yayasan ini cukup berperan besar dalam memperhatikan orang – orang yang kesulitan. Yayasan miliknya mengumpulkan pepatah – pepatah yang mempresentasikan kehidupan Li diantaranya adalah:

Sebagai pemimpin, seseorang harus sering menghabiskan waktu untuk merencanakan masa depan
Reputasi yang bagus untuk perusahaan dan diri sendiri adalah aset yang tidak ternilai walaupun tidak tertulis di dalam laporan keuangan
Jangan terlalu optimis saat pasar sedang bagus dan jangan terlalu pesimis saat pasar sedang buruk
Tidak peduli seberapa kuat Anda di suatu bidang, jika tidak ada niat yang kuat dan hati, Anda pun tidak akan sukses
Seorang manajer sukses adalah orang yang mampu membaca bakat orang lain. Tidak hanya mereka yang dapat memilih orang – orang yang lebih pintar daripada dirinya tetapi juga dapat menghindari memilih orang yang terlalu bangga dengan dirinya sendiri.